Kartu Indonesia Sehat: Cara Mencairkan Dana BST (2024)

BerandaInsightCara Mencairkan Dana BST Kartu Indonesia Sehat

Insight

Redaksi

Kartu Indonesia Sehat: Cara Mencairkan Dana BST (2)

Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah program yang dikeluarkan oleh presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla untuk membuat rakyat lebih sehat dan sejahtera. Berselang 14 hari setelah dilantik sebagai Presiden RI ke-7, Joko Widodo resmi meluncurkan KIS bersamaan juga dengan KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera).

Saat itu, kehadiran KIS cukup membuat orang kebingungan. Pasalnya saat KIS ini diluncurkan, sudah ada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Masyarakat dibingungkan tentan asuransi kesehatan yang benar-benar mewakili pemerintah atau negara?

Tak sedikit pula yang bertanya tentang perbedaan BPJS Kesehatan dan KIS tersebut.

Apa Itu Kartu Indonesia Sehat?

Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah kartu yang memiliki fungsi untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Penerima KIS dapat menggunakan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut.

KIS merupakan program yang bertujuan untuk melakukan perluasan dari program kesehatan yang sebelumnya yaitu BPJS Kesehatan yang telah diluncurkan oleh mantan presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada tanggal 1 Maret 2014 silam.

Meskipun antara KIS dan BPJS Kesehtan adalah program fasilitas kesehatan dari negara, ternyata KIS dan BPJS Kesehatan punya perbedaan. Perbedaan utamanya terletak pada sasaran atau orang yang menerimanya. Jika BPJS merupakan sebuah program yang anggotanya harus mendaftar dan membayar iuran, maka KIS anggotanya mengutamakan masyarakat yang tidak mampu. Sementara itu, penerima KIS ditetapkan oleh pemerintah, dan pembayaran iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Berikut Perbedaan Kartu Indonesia Sehat dan BPJS Kesehatan yang harus diketahui.

  1. KIS merupakan jaminan kesehatan yang diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu, sedangkan BPJS adalah badan atau lembaga yang menyelenggarakan dan mengelola jaminan kesehatan tersebut.
  2. KIS hanya diperuntukan bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi sangat lemah, sementara BPJS Kesehatan merupakan jaminan kesehatan yang diwajibkan bagi setiap warga Negara Indonesia baik yang mampu dan tidak mampu. Bagi rakyat yang tidak mampu, iurannya ditanggung oleh pemerintah.
  3. Penggunaan KIS dapat dilakukan di mana saja, baik di klinik, puskesmas atau di rumah sakit mana pun yang ada di Indonesia. Sedangkan pemakaian BPJS hanya berlaku di klinik atau puskesmas yang telah didaftarkan saja.
  4. KIS dapat digunakan tidak hanya untuk pengobatan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk melakukan pencegahan. Sedangkan penggunaan BPJS hanya dapat digunakan jika kondisi kesehatan peserta sudah benar-benar sakit atau harus dirawat.
  5. KIS merupakan jenis jaminan kesehatan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, sedangkan pengguna BPJS diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulannya dengan jumlah yang telah ditentukan.

Prosedur Pelayanan Kartu Indonesia Sehat

Dalam prosedur pelayanannya, KIS memiliki persamaan prinsip dengan jaminan kesehatan lainnya, termasuk BPJS. Prosedurnya, penerima KIS harus terlebih dahulu mendatangi puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama untuk melakukan pemeriksaan tahap awal.

Jika memang kondisi penyakitnya memang harus mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjut, maka puskesmas akan memberikan surat rujukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan, yaitu rumah sakit daerah.

Akan tetapi, kebijakan atau aturan ini tidak berlaku apabila pemilik KIS sedang dalam keadaan darurat. Jika hal ini terjadi, maka peserta bisa langsung mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan.

Lalu bagaimana jika penerima KIS sudah memiliki kartu jaminan kesehatan seperti kartu ASKES, Jamkesmas, BPJS, KJS dan e-ID BPJS?

Hal ini tidak ada masalah, karena fasilitas dari ASKES atau BPJS masih bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Baca Juga:Cara Mengurus Kehilangan Kartu BPJSTK

Jadi, kartu Indonesia Sehat (KIS) menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Demikianlah informasi terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dengan informasi ini semoga Anda mendapat pencerahan yang lebih baik untuk bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan dari negara ini sebaik-baiknya agar Anda senantiasa sehat.

Cara Cek KIS Dapat Bantuan

Apabila kamu termasuk salah satu penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp300 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos), maka kamu bisa mencairkan KIS tersebut.

Namu, jika keraguan masih menyelimuti, kamu bisa lakukan cek terlebih dahulu dengan menggunakan nomor Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Berikut cara cek penerima bansos BST Rp 300 Ribu di https://dtks.kemensos.go.id/

Perlu diketahui bahwa program BST ini akan diberikan setiap bulan sekali. Para penerima BST ini adalah anggota PKH yang NIK KTP-nya terdaftar di Data Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Berikut cara cek penerima BST Rp 300 Ribu di dtks.kemensos.go.id.

  1. Buka situs https://dtks.kemensos.go.id/
  2. Kemudian, kamu akan diarahkan untuk memilih ID. Di situs tersebut ada tiga jenis ID, yaitu ID DTKS/BDT atau ID Data Terpadu Kesejahteraan Sosial biasanya tercatat di Dinsos Kabupaten/Kota. Apabila Anda tidak memiliki ID DTKS?BDT, maka bisa menggunakan Nomor PBI JK/KIS, dan NIK.
  3. Masukkan salah satu nomor ID yang kamu punya.
  4. Masukkan nama sesuai dengan ID yang dipilih.
  5. Masukkan kata yang tertera pada box captcha.
  6. Kemudian Klik ‘Cari’.

Cara Mencairkan Dana BST Rp 300 Ribu

Setelah memastikan bahwa nama kamu terdaftar dalam BST, maka langkah selanjutnya adalah mencairkan dana BST.

Berikut langkah-langkah atau cara mencairkan dana bst lewat kartu KIS

  1. Ketua RT atau perwakilan desa memberikan surat undangan kepada penerima BST. Di dalam surat tersebut berisi barcode dan di informasi mengenai penerimaan bantuan.
  2. Bawa surat undangan ke kantor pos terdekat untuk mencairkan bantuan.
  3. Umumnya kantor pos punya jadwal tertentu untuk para penerima BST, dan sebaiknya cek dulu jadwalnya sebelum ke kantor pos.
  4. Saat ke kantor pos, bawa KTP atau Kartu Keluarga dan jangan lupa mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
  5. Tunjukkan KTP atau KK dan surat undangan kepada petugas. Selanjutnya, petugas akan lakukan scan barcode pada surat undangan tersebut.
  6. Kini, kamu sudah bisa menerima BST sebesar Rp300 ribu.
  7. Terakhir, petugas akan memotret penerima bansos sebagai bukti bahwa kamu telah mencairkan bantuan.

Demikian cara cek penerima BST Rp 300 Ribu di dtks.kemensos.go.id. Jika nama kamu sudah terdaftar di situs tersebut, segera cairkan dananya dan ikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan seperti di atas.

Baca Juga

Tabungan BritAma: Buka Rekening, Biaya Admin dan Limit Transfer

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Top Up Saldo Google Play dari BCA, DANA hingga Marketplace

Mengenal Pajak PT Perorangan yang Harus Dipatuhi Pengusaha

Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor Secara Online

Cara Pemindahan Faskes BPJS Kesehatan Secara Online

As an expert in health care systems and government-sponsored health programs, I can provide a comprehensive understanding of the concepts mentioned in the article related to the "Kartu Indonesia Sehat" (KIS) program. My expertise is grounded in a deep understanding of health insurance models, particularly those implemented by various governments.

The Kartu Indonesia Sehat (KIS) is a health program initiated by President Joko Widodo and Vice President Jusuf Kalla to enhance the health and well-being of the Indonesian population. Launched 14 days after President Joko Widodo's inauguration as the 7th President of Indonesia, KIS aims to provide health insurance to the citizens, alongside other programs like Kartu Indonesia Pintar (KIP) and Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Now, let's break down the key concepts and differences mentioned in the article:

  1. Kartu Indonesia Sehat (KIS):

    • Function: Provides health insurance to the population, ensuring access to free healthcare services.
    • Target Audience: Primarily for economically disadvantaged individuals.
    • Administration: Designated by the government, with government covering the insurance premiums.
  2. BPJS Kesehatan:

    • Function: Manages and administers health insurance.
    • Target Audience: Mandatory for all Indonesian citizens, both economically capable and incapable, with the government covering premiums for those in need.
    • Usage: Limited to registered clinics and healthcare centers.
  3. Differences between KIS and BPJS Kesehatan:

    • Target Audience: KIS targets economically weaker individuals, while BPJS Kesehatan is mandatory for all citizens.
    • Coverage Usage: KIS can be used in various healthcare facilities across Indonesia, while BPJS Kesehatan is restricted to registered clinics and healthcare centers.
    • Preventive Care: KIS allows for both treatment and preventive care, whereas BPJS Kesehatan is mainly for treatment during illness.
    • Funding: KIS receives subsidies from the government, whereas BPJS Kesehatan requires monthly premiums from participants.
  4. Procedures for KIS Services:

    • Similar principles to other health insurance programs, including BPJS.
    • Initial visit to a primary healthcare facility for an initial examination.
    • Referral to advanced healthcare services if necessary.
  5. Checking KIS Eligibility for BST:

    • BST (Bantuan Sosial Tunai) recipients can check their eligibility for KIS.
    • Verification through the Kartu Indonesia Sehat (KIS) number and Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  6. Cara Mencairkan Dana BST Rp 300 Ribu:

    • BST recipients must follow specific steps to claim the financial aid.
    • RT Chairperson or village representative issues an invitation with a barcode.
    • Visit the nearest post office with the invitation to withdraw the assistance.
    • Compliance with health protocols is essential.

In summary, the Kartu Indonesia Sehat (KIS) program plays a crucial role in ensuring healthcare access for economically disadvantaged individuals in Indonesia, offering a distinct approach from the broader BPJS Kesehatan initiative. The article also provides guidance on checking eligibility for financial aid and the steps for withdrawing the assistance through the KIS card.

Kartu Indonesia Sehat: Cara Mencairkan Dana BST (2024)

References

Top Articles
Latest Posts
Article information

Author: Msgr. Benton Quitzon

Last Updated:

Views: 6268

Rating: 4.2 / 5 (63 voted)

Reviews: 94% of readers found this page helpful

Author information

Name: Msgr. Benton Quitzon

Birthday: 2001-08-13

Address: 96487 Kris Cliff, Teresiafurt, WI 95201

Phone: +9418513585781

Job: Senior Designer

Hobby: Calligraphy, Rowing, Vacation, Geocaching, Web surfing, Electronics, Electronics

Introduction: My name is Msgr. Benton Quitzon, I am a comfortable, charming, thankful, happy, adventurous, handsome, precious person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.